Catenaccio, Classic Football yang Bikin Frustasi

BINTANGNYA BOLA – Catenaccio pernah berjaya di sepakbola dunia. Meskipun sudah mulai meredup, kehadirannya berpengaruh besar terhadap sepakbola bahkan hingga masa sekarang.

Filosofi
Catenaccio adalah sebuah taktik atau aliran dalam sepakbola klasik yang menganut filosofi sederhana “selama lawan tidak bisa mencetak gol, lawan tidak akan menang”. Sehingga tujuan utama dari taktik ini adalah mencegah sekuat mungkin agar lawan tidak bisa mencetak gol.

Catenaccio menempatkan pertahanan sebagai fokus utama permainan, dalam sepakbola modern sering disebut negative football atau parkir bus. Catenaccio pula lah yang melahirkan posisi Libero.

Tapi, taktik ini tidak sesederhana menumpuk orang di pertahanan. Seni lain di catenaccio terutama yang diperkenalkan oleh Herrera adalah tetap mempertahankan serangan balik cepat untuk memanfaatkan peluang dari kelengahan lawan. Disinilah banyak kesalahan dilakukan oleh pelatih yang meniru catenaccio, mereka lupa cara menyerang.

Catenaccio pernah berjaya di masanya dan dianggap sebagai salah satu taktik jenius yang memengaruhi sejarah sepakbola dunia bahkan sampai sekarang.

Sejarah
Catenaccio sangat identik dengan Italia dan Helenio Herrera, sosok pelatih yang dianggap mempopulerkan filosofi ini. Tapi sebenarnya sebelum Herrera, pelatih asal Austria Karl Rappan yang melatih Swiss telah lebih dulu menggunakan taktik ini tahun 1930-an.

Herrera menerapkan trik ini bersama Inter Milan dan berhasil berjaya di Serie A dan Eropa era 1960-an. Pindah ke AS Roma Herrera mamakai taktik yang sama dan masih berhasil meraih gelar.

Catenaccio Bikin Frustasi

Hingga era 1970-an taktik ini mulai terbaca. Adalah kehadiran Total Football milik Belanda yang saat itu dipelopori oleh Ajax membuat dominasi taktik ini meredup. Johan Cruyff dan kawan-kawan benar-benar melumpuhkan taktik ini dan mengakhiri dominasi klub Italia dengan total footballnya.

Catenaccio Di Era Sepakbola Modern
Meskipun taktik klasik dan mulai redup di era 1980-an, taktik ini tidak benar-benar hilang. Timnas Italia pun masih identik dengan ini hingga era modern meskipun dengan variasi dan kombinasi. Dalam situasi atau pertandingan tertentu ada pelatih yang menggunakan taktik ini juga.

Yunani – Final Euro 2004
Yunani benar-benar, membuat Portugal frustasi. Sepanjang pertandingan Portugal menguasai pertandingan tapi gagal mencetak gol. Luis Figo dkk dibuat buntu oleh pertahanan ketat Yunani.

Malah Yunani mampu mencuri satu gol lewat sundulan Angelos Charesteas. Yunani pun membuat sejarah dan mengejutkan dunia.

Inter Milan – UCL 2010
Saat melawan Barca di semifinal UCL, Inter dibawah Mourinho melakukan strategi bertahan total atau parkir bus. Walaupun banyak dikritik, Inter akhirnya menang dan menjadi juara.

Pro & Kontra
Catenaccio memang menuai pro dan kontra. Banyak yang bilang catenaccio membosankan, negative dan tidak menghibur. Tapi ada juga yang mendukung karena dalam sepakbola terutama kompetisi, kemenangan adalah tujuan akhir. Bermain cantik tanpa meraih kemenangan lebih tidak memberikan apa-apa bagi suporter dan klub.